Berita dan Informasi Paling Terkini Terbaru Terupdate

Anggoro Widjojo buron terlama yang diburu KPK

Anggoro Widjojo buron terlama yang diburu KPK
Kesuksesan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap buronan kelas kakap Anggoro Widjojo seolah-olah mengingatkan umum atas kesuksesan penangkapan koruptor kelas kakap. Anggoro adalah paling lama buron yakni sepanjang 6 th..

Komisi yang di pimpin oleh Abraham Samad pada mulanya sukses menangkap tersangka masalah suap penentuan Deputi Senior Bank Indonesia Nunun Nurbaeti, terdakwa masalah suap serta pembangunan Wisma Atlet (Hambalang) Muhammad Nazaruddin.

Nunun sebagai buronan kepolisian internasional (Interpol) di tangkap di Thailand pada Desember 2011 sesudah melarikan diri keluar negeri berbulan-bulan. Lalu bekas Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazruddin di tangkap di Cartagena de Indias, Kolombia pada 7 Agustus 2011. Nazar di ketahui memakai paspor sepupunya, Syarifuddin untuk pergi ke luar Indonesia sesudah paspornya sudah lama dicabut oleh imigrasi.

Anggoro sukses diringkus di Kota Shenzhen, China, tempo hari sore. Kakak entrepreneur Anggodo Widjojo digelandang ke Gedung KPK jam 22. 39 Wib, Kamis (30/1), sesudah di tangkap dalam pelariannya di Kota Shenzhen, China, Rabu (29/1).

Anggoro adalah tersangka dalam masalah sangkaan korupsi proyek System Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) th. biaya 2006-2007. Yang memiliki PT Masaro Radiokom ini kabur ke luar negeri waktu kasusnya tetap dalam bagian penyelidikan.

Anggoro Widjojo buron terlama yang diburu KPK

Masalah Anggoro mulai membetot perhatian umum waktu berlangsung kemelut pada KPK, Mabes Polri serta Kejaksaan Agung. Itu karena adiknya, Anggodo Widjojo berupaya memengaruhi penyidik serta mengkriminalisasi pimpinan KPK saat itu, Chandra Hamzah serta Bibit Samad Rianto. Ketegangan itu di kenal untuk konflik Cicak-Buaya jilid I.

Keterlibatan Anggodo dalam masalah itu karena dia berbarengan Presiden Direktur (Presdir) PT Masaro Radiokom, Putranefo Alexander Prayugo, bekas anggota Komisi IV DPR Fraksi Partai Golkar Azwar Chesputra, Hilman Indra (Fraksi Partai Bln. Bintang), serta Fahri Andi Leluasa (Fraksi Partai Golkar) sudah divonis bersalah dalam perkara itu.

Dalam masalah ini, Azwar, Hilman, serta Fahri Andi divonis dapat dibuktikan terima duit dalam rencana memuluskan kesepakatan biaya proyek SKRT yang dimenangkan PT Masaro Radiokom. Azwar terima sebesar SGD 5 ribu, Fahri SGD 30 ribu, serta Hilman sebesar SGD 140 ribu.

Duit pelicin itu datang dari Anggoro. Duit itu juga didistribusikan lewat bekas Ketua Komisi IV Yusuf Erwin Faisal. Yusuf yaitu suami penyanyi legendaris, Hetty Koes Endang. Bekas Politikus Partai Persatuan Pembangunan, Al Amin Nasution, juga dapat dibuktikan bersalah dalam perkara itu serta dijebloskan ke dalam bui. Dia juga diceraikan oleh istrinya yang juga penyanyi dangdut terkenal, Kristina, sesudah terlilit perkara itu.

Putranefo dapat dibuktikan sudah memperkaya diri sendiri, PT Masaro Radiokom, serta sebagian orang lain. PT Masaro Radiokom memperkaya diri sebesar Rp 89, 3 miliar. Sesaat itu, mereka yang kecipratan duit haram itu yaitu bekas Kepala Biro Rencana serta Keuangan Departemen Kehutanan, Wandojo Siswanto, sebesar Rp 20 juta serta USD 10 ribu, bekas Sekretaris Jenderal Kemenhut, Boen Mochtar Purnama, sebesar USD 20 ribu.

Anggoro Widjojo buron terlama yang diburu KPK Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Zainal Abidin